Sabtu, 29 September 2018

Aktiva Tetap





Oleh: Rudy Prabowo


Aset Tetap

Aset Tetap dibagi menjadi 2 yaitu Aset tetap Berwujud dan aset tetap tidak berwujud.
Aset Tetap berwujud merupakan aset yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan atau badan usaha untuk menunjang kegiatannya. Misalnya adalah Mesin produksi, Kendaraan, Tanah, bangunan serta peralatan lainnya. Semua aset tetap terkena depresiasi kecuali tanah dihitung sesuai fair value (nilai wajar) tidak ada penyusutan jika direvalusi bahkan nilainya akan meningkat.

Aset Tetap tidak berwujud adalah aset yang mempunyai nilai tetapi tidak terlihat wujud fisiknya misalnya hak paten, perizinan, merk dagang, goodwill dan lain sebagainya. Sama seperti aset berwujud ada penyusutannya juga untuk aset tidak berwujud tapi berbeda nama jika di aset tidak berwujud bernama amortisasi aset tidak berwujud. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 19 aset tak berwujud adalah aset nonmoneter yang tidak ada wujud fisik tapi mampu menambah nilai ekonomi suata badan usaha dalam kegiatan operasinya.

Contoh Aset Tetap:
Euis sebelumnya adalah seorang pegawai  salah satu perusahaan swasta di tangsel. Karena sering main ke pemancingan tanpa diduga ide usaha muncul dalam benak euis. Banyak peluang yang dilihat oleh euis salah satunya adalah nitip gorengan di pemancingan. Tapi setelah dipikir-pikir lagi capek juga harus belanja ke pasar beli bahan-bahan dan masak juga. Euis merupakan tipe orang yang tidak mau ribet yang penting usaha cepat ada hasil. Euis coba berpikir lagi, setelah dipelajari dan ditelaah ternyata banyak pemancingan di daerah Tangerang Selatan dan sekitarnya. Euis mencoba peluang usaha jual pancingan dan perlengkapan yang terkait. Dengan keahlian komunikasinya euis dapat menghipnotis para kaum adam agar mau beli peralatan pancing darinya. Karena pemesanan sudah mulai banyak dari berbagai kalangan euis mulai mendirikan CV. Euis Pancing Yuk. Usaha semakin maju maka euis membutuhkan mobil operasional untuk memasarkan alat-alat pancingnya ke kalangan eksekutif. Euis dengan menggunakan nama CV membeli sebuah mobil sedan seharga Rp 120 juta pada 1 Januari 2018. Euis juga membeli  6 unit komputer pada 1 januari 2018 untuk kantornya padahal pegawainya ada  4. Satu unit komputer seharga Rp 6 juta per unit. Saya tetap masih berpikir positif aja ke Euis mungkin buat cadangan atau Euis sekalian mau buka kursus komputer kali hehehe.... Tapi komputer yang dua itu akhirnya euis bayar pakai duit sendiri karena Euis sadar jangan sampai kecampur bisnis yang satu dan bisnis lainnya yang akan dibuka Euis. Nah... Pertanyaannya adalah bagaimana penyusutan mobil dan komputer  yang dibeli oleh perusahaan Euis?

Jawaban:

Disini kita menggunakan contoh perhitungan fiskal pajak
Penyusutan Mobil:
Harga Mobil Rp 120 juta. Dihitung secara fiskal dengan menggunakan metode garis lurus adalah selama 8 tahun masuk kelompok aktiva berwujud golongan 2.  Artinya 8 tahun ada 96 bulan. Maka 120 juta dibagi 96 bulan adalah 1 juta 250rb per bulan.
Penyusutan mobil per bulan : 120juta : 96 bulan = 1 juta 250rb perbulan. Berarti penyusutan untuk tahun 2018 Rp 30 juta. Penyusutan fiskal setahun 30 juta sampai Desember  tahun 2021. Jadi sampai dengan desember 2021 penyusutan total 120 juta habis tanpa nilai sisa.

Penyusutan Komputer:
Harga Komputer: Rp 6 juta / Unit. Ada 4 unit total = 6 juta X 4 unit = Rp 24 juta.
Komputer masuk dalam aset berwujud kelompok 1 artinya disusutkan selama 4 tahun pajak
Harga komputer Rp 24 juta / 48 bulan = Rp 500.000 per bulan. Jadi pertahun penyusutannya adalah Rp 6 juta. Tahun 2018 penyusutannya Rp 6 juta. Penyusutan sampai tahun 2021 bulan desember. Jadi total penyusutan sampai desember 2021 adalah Rp 24 juta.

Contoh Aset Tak Berwujud:

Bu Gita adalah guru bahasa Indonesia yang sudah malang melintang didunia pendidikan bahasa. Dalam suatu kesempatan bu guru Gita ditugaskan ke Bali dari tempat kerjanya untuk mengajar anak-anak sekolah di Bali. Mengajar dari pagi hingga siang membuat bu Guru Gita kelelahan. Tapi dengan semangat juangnya untuk meneruskan pendidikan Doktor Ilmu Bahasa dia mencoba mengajar dengan membuka kursus dengan bendera CV. Gita Bahasa Kita yang bergerak dibidang pelatihan  Bahasa Indonesia bagi turis-turis asing. Bu Gita lalu membuat perijinan usaha les privat bahasa indonesianya. Dengan kerja keras dan mental yang kuat akhirnya Bu Gita berhasil membuat perijinan usaha CV nya dengan biaya Rp 1,8 juta pada januari 2018.  Ijin Operasinalnya secara fiskal pajak hanya berlaku 4 tahun pajak. Bagaimana perhitungan amortisasinya?

Perijinan Bu Gita masuk Amortisasi Kelompok 1 yakni 4 tahun dengan amortisasi garis lurus
Amortisasi Perijinan: Rp 1,8 juta : 48 bulan = Rp 37.500. Jadi biaya amortisasi per bulan adalah Rp 37.500. Jadi biaya amortisasi pada 2018 adalah Rp 450rb. Perijinan diamortisasi sampai Desember 2021 tanpa nilai sisa. Jadi Amortisasi pertahun adalah Rp 450rb sampai 4 tahun artinya sampai Desember 2021.

Akuntansi adalah seni mencatat maka bagaimanapun caranya tujuannya tetap sama, seperti bermain gitar banyak cara untuk menciptakan alunan melodi yang terpenting tidak fals dan seirama dengan lagu. Selamat Menikmati semoga bermanfaat.

Referensi:
PSAK 19 Aset Tak Berwujud

Tidak ada komentar:

Posting Komentar