Jasa Akuntansi, Pembukuan Dan Perpajakan, laporan keuangan, SPT tahunan Rudy

Sabtu, 04 September 2021

Panembahan Senopati Khalifatullah Ing Mataram Islam

 Panembahan Senopati

Bukan hal yang rahasia lagi tentang kisah Ki Ageng Mangir Wonoboyo IV dan Panembahan Senopati. Banyaknya cerita yang saya anggap masih simpang siur dan perlu dikaji lagi keakuratannya.

Panembahan Senopati terlahir dari seorang ibu bernama Raden Ayu Sabinah atau biasa dikenal dengan Nyai Sabinah. Nyai Sabinah merupakan cicit dari Kanjeng Sunan Giri yang bertahta di Giri Kedaton pada jamannya. Dirunut dari silsilahnya Panembahan Senopati masih keturunan Prabu Brawijaya V Raja terakhir Majapahit. Berikut susunan silsilah Panembahan Senopati dari Prabu Brawijaya V:

Prabu Brawijaya V

Turunannya:

1. R. Bondan Kejawan

2. Ki Ageng Getas Pendawa

3. Ki Ageng Selo

4. Ki Ageng Henis

5. Ki Ageng Pamanahan 

6. Panembahan Senopati/R. Danang Sutawijaya

Panembahan Senopati mendirikan Mataram Islam setelah Pajang dikalahkan dalam perang disekitar Merapi. Dikisahkan dari cerita pada umumnya ketika itu Merapi sedang memperlihatkan kegagahannya dengan menyemburkan awan panas. Seketika saja pasukan pajang terjebak dalam lumpur panas dan kembali pulang ke Pajang. Tidak lama setelah itu dikabarkan Sultan Pajang Sakit dan tidak lama kemudian meninggal. R. Danang Sutawijaya yang diangkat anak oleh Sultan Hadiwijaya dengan penuh hormat kepada ayah angkatnya datang melayat ke Pajang. Ketika itu pula Perdukuhan Mataram melepaskan diri dari Pajang dan menjadi Negeri yang merdeka. Ketika Pajang dipimpin oleh Arya Pangiri bergelar Prabu Ngawantipura. Berkuasa kurang lebih 3 tahun Arya Pangiri lengser karena pemerintahannya disibukkan dengan misi balas dendam dengan Mataram. Pangeran Benowo yang seharusnya menjadi putra mahkota merasa berhak atas tahta Pajang. Didukung Ibu Suri Ratu Mas Cempaka (Cucu Sunan Kalijaga) mendukung penobatan P. Benowo dengan dukungan R. Danang Sutawijaya. Pada akhirnya Pangeran Benowo naik Tahta dan Arya Pangiri dikembalikan ke Demak menjadi Adipati.

Nampaknya wahyu keprabon Kerajaan Islam di Jawa berpihak pada Mataram. Pangerang Benowo naik tahta dengan gelar Prabuwijaya. Bertahta singkat hanya 2 tahun P. Benowo memilih menyerahkan Pajang kepada Kakak angkatnya R. Danang Sutawijaya. R. Danang Sutawijaya menolak bertahta dipajang lebih memilih tetap di Mataram menjadi pusat kerajaan.


 


Dikabarkan bahwa P. Benowo memilih jalan hidup sebagai pendakwah. Setelahnya Pajang diserahkan kepada R. Danang Sutawijaya dengan memilih R. Gagak Baning sebagai Adipatinya dan berdirilah kesultanan Mataram Islam di Kotagede. Setelahnya R. Danang Sutawijaya Jumeneng dengan Gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Khalifatullah Sayyidin Panatagama Ing Mataram Islam. Panembahan Senopati memimpin Mataram Islam kurang lebih 15 tahun sejak 1586. Raja kedua Mataram Prabu Hanyokrowati menikah dengan Dyah Banowati atau biasa disebut Ratu Mas Hadi merupakan anak dari Prabuwijaya raja Pajang Terakhir. Dalam tradisi jawa menurut penulis dengan segala keterbatasan pengetahuan berpendapat bahwa yang melanjutkan tahta kerajaan seprti terlihat pada umumnya selalu berlanjut ada hubungannya dengan kerajaan sebelumnya. Jadi terlihat bahwa dengan dinikahkannya Prabu Hanyokrowati dengan Dyah Banowati jelas bahwa semua Raja Mataram masih ada darah dari Sultan Hadiwijaya/Jaka Tingkir Raja Pajang pertama. Kecuali Panembahan Senopati dan Panembahan Hanyokrowati. Raja Kedua Mataram masih keturunan Sunan Kalijaga.




 

Konon Para Raja dan para wali sangat memahami konsep bibit unggul oleh sebab itu darah raja dianggap darah unggul dan harus tetap murni terpelihara. Maka dalam tradisi kerajaan adanya perkawinan antara sesama darah biru untuk menjaga kemurnian trah. Apa yang dilakukan oleh raja-raja mataram menggambarkan menjaga kemurnian trah mulai dari Panembahan Senopati yang mempunyai permaisuri Ratu Mas Waskita Jawi yang merupakan putri Ki Ageng Penjawi (Penguasa Pati). Ki Penjawi merupakan anak dari R. Ayu Panengah/Nyai Ageng Ngerang III putri Sunan Kalijaga. Jadi mulai dari Raja kedua Kasultanan Mataram Islam Panembahan Hanyokrowati adalah keturunan dari Kanjeng Sunan Kalijaga melalui jalur Ratu Mas Waskita Jawi dan Keturunan Sunan Giri melalui jalur R. Ayu Sabinah/Nyai Gede Pamanahan. Dari Keduanya masih mengalir darah Kanjeng Nabi Muhammad, S.A.W. melalui Sunan Giri dan Sunan Kalijaga. Dasar kenegaraan islam sudah dipupuk oleh beliau sejak Mataram Islam berdiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar