Jasa Akuntansi, Pembukuan Dan Perpajakan, laporan keuangan, SPT tahunan Rudy

Sabtu, 16 Oktober 2021

Raden Paku Mengubah Pesantren Menjadi Kerajaan Islam Yang Disegani (Part 2 End)


Raden Paku Jumeneng dengan nama Susuhunan Giri/Sunan Giri /Prabu Satmata. Susuhunan atau disebut juga Sunan yang berarti yang dihormati atau dijunjung tinggi. Sunan Giri membangun Kedatuan Giri dengan dibekali oleh ayahnya yang konon Syekh Maulana Ishak memberikan segenggam tanah untuk Sunan Giri mencari tanah yang sama seperti itu untuk dijadikan pusat penyebaran islam. Lambat laun pesantren Giri menjadi ramai dan banyak pengikut. Giri menjadi kerajaan islam yang sangat besar. Bahkan Kesultanan-Kesultanan Islam yang akan berdiri setidaknya meminta pengesahan legitimasi dari Sunan Giri.



                                                  


Kerajaan Giri Kedaton jaringannya sangat luas hubungannya dengan para Kesultanan yang ada di Nusantara. Pengaruhnya sampai ke Madura, Lombok, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan. Sunan terkenal dengan tulisannya yang mengkritik pemerintahan Majapahit. Sunan Giri yang merupakan trah Majapahit tidak segan untuk mengkritik kebijakan-kebijakan yang mungkin dinilai kurang membela rakyat. Pada suatu ketika Majapahit geram dengan kritikan dan saran dari Sunan Giri. Dengan gaya khas bahasa Sunan Giri yang membuat puyeng Raja Majapahit mendengar debat kata-kata oleh sebab itu keris Kanjeng Sunan Giri disebut dengan Keris Kalamunyeng yaitu kalam artinya kata dan muyeng artinya puyeng. Majapahit dikala itu yang memasuki masa transisi yang kekuasaannya terbagi menjadi terbagi dua yaitu di Daha dan di Jenggala. Giri Kedaton tetap langgeng pada masa itu tidak dapat ditaklukan oleh kekuasaan sisa-sisa Majapahit. Sebelum jumeneng menjadi Prabu Satmata/Sultan Abdul Faqih Kanjeng Sunan Giri menjabat sementara Raja di Kesultanan Islam Demak hingga akhirnya terpilihlah Sultan Fatah/Raden Fatah sebagai Raja di Kesultanan Islam Demak sebagai Raja.



Banyak versi terkait R. Fatah adalah seorang Syarif yang artinya adalah keturunan garis lurus Nabi Muhammad melalui Fatimah Azzahra R.A. Apakah benar R. Fatah anak dari Brawijaya V? Siapakah Brawijaya V sebenarnya? Apakah benar ibunya R. Fatah Putri Sultan Champa? Nanti di bahasan selanjutnya saya akan coba kupas tuntas dari berbagai versi terkait R. Fatah/Sultan Islam Demak/Sultan Alam Akbar I.








Rabu, 15 September 2021

Tombak Baru Klinting Ki Ageng Mangir IV/Wonoboyo III

 

Goro-goro yang terjadi pada Majapahit membuat para keturunan Brawijaya V terpencar ke berbagai penjuru tanah Jawa dan Bali. Berdirinya Demak dan runtuhnya Majapahit di era Girindrawardana membuat beberapa kerabat Majapahit terpencar dan mengembara mencari tempat baru untuk memulai hidup yang lebih baik lagi diantaranya ada Pangeran Megatsari/R. Megatsari salah satu putra Brawijaya V. Raden Megatsari dalam pengembaraannya menemukan tempat di daerah Bantul yang disebut Mangir karena disitu banyak ditemukan pohon Mangir. Raden Megatsari dengan aura kewibawaan yang dibawa dari ayahnya yang merupakan raja Majapahit terakhir berhasil membangun sebuah pedukuhan yang disebut pada saat itu Pedukuhan Mangir. Lambat laun seiring berjalannya waktu Mangir menjadi ramai dan mulai banyak penduduk datang dan singgah di Mangir. Mangir dikenal dengan Tanah Perdikan Mangir diperoleh melalu Topobroto Ki Ageng Mangir I.

Raden Megatsari mempunyai anak bernama R.Rr. Wulandari selanjutnya dikenal dengan nama Nyi Ageng Mangir II. Ada dua versi dalam sejarah Mangir ini terkait siapa yang menjadi Ki Ageng Mangir II. 

Versi 1

Ki Ageng Mangir II/R. Joko Wonoboyo adalah anak dari R. Bondan Surati yang juga merupakan putra dari Prabu Brawijaya V menikah dengan Nyi R.Rr. Wulandari anak dari Ki Ageng Mangir I

Versi 2

Ki Ageng Mangir II adalah anak  dari Sayyid Abdul Muhyi Azmatkhon anak dari Sunan Ampel/R. Ali Rahmatulloh Azmatkhon

Silsilah Ki Ageng Mangir

Prabu Brawijaya V

Turunannya

1. R. Megatsari/Ki Ageng Mangir I

2. Nyi R.Rr. Wulandari/Nyi Ageng Mangir II/Wonoboyo I

3. Ki Ageng Mangir III/Wonoboyo II

4. Ki Ageng Mangir IV/Wonoboyo III


Asal-Usul Baru Klinting

Ki Ageng Mangir II/Wonoboyo I terkenal dengan Tombak Baru Klintingnya. Tombak Baru Klinting mempunyai tuah yang sangat adidaya dan memiliki daya magis yang sangat kuat. Ki Ageng Mangir Wonoboyo I dalam suatu ketika mendapatkan wangsit untuk melakukan tapabrata diwilayah Rawa Pening. Namun dalam perjalanan Ki Ageng mampir disuatu desa beliau tidak tampak sebagai seorang penguasa. Didesa tersebut Ki Ageng menikahi Putri Jalegong hingga suatu ketika Putri Jalegong mengandung. Namun Ki Ageng mendapat wangsit untuk segera melakukan tirakat tapabratanya di Rawa Pening. Sebelum meninggalkan Jalegong Ki Ageng tidak lupa meninggalkan sebuah pusaka untuk tanda bahwa jika anak Putri Jalegong lahir itu berarti anak Ki Ageng Mangir Wonoboyo I. Ki Ageng segera meninggalkan Jalegong dan meneruskan pengembaraannya ke Rawa Pening. Selesai melakukan tapa Ki Ageng kembali ke Mangir sampai suatu ketika istri Ki Ageng melahirkan anak laki-laki yang kemudian kita kenal dengan Ki Ageng Mangir III/Wonoboyo II.

Ditempat yang lain tahun bertambah tahun Baru Klinting yang sekarang sudah dewasa. Dinamakan Baru Klinting karena sewaktu masih anak-anak Baru Klinting suka menghilang tiba-tiba dan ibunya suka kebingungan mencari Baru Klinting sehingga diikatkan semacam lonceng agar dapat diketahui jika anaknya pergi. Setelah dewasa Baru Klinting mulai sadar bahwa dirinya harus mencari tahu siapa ayahnya. Suatu ketika Baru Klinting bertemu dengan Ki Ageng Mangir II/Wonoboyo I dan menuntut untuk diakui sebagai anak. Baru Klinting memang bukan anak sembarangan kedigdayaannya sudah terasah sejak dini. Konon Baru klinting memperlihatkan kemampuannya melawan ular besar disaksikan oleh ayahnya dan Baru Klinting berhasil menaklukan ular tersebut serta dipotong lidah ular tersebut dijadikan pusaka. Lalu pusaka itu dijadikan mata tombak oleh Ki Ageng Mangir II/Wonoboyo I. Tombak Baru Klinting yang sangat digdaya tersebut sangat ditakutkan beberapa para petapa sakti.


Ki Ageng Mangir IV/Wonoboyo III

Pada perjalanannya Ki Ageng Mangir III/Wonoboyo II yang lahir dari istri pertama Ki Ageng Mangir II/Wonoboyo I menjadi pemimpin diperdikan Mangir. Tombak Kiai Baru Klinting diwariskan kepadanya. Ki Ageng Mangir II/WonoboyoI juga merupakan murid Sunan Kalijaga. Jadi Ki Ageng Mangir mulai dari Ki Ageng Mangir II hingga IV sampai terus keturunan kebawahnya sudah banyak yang beragama islam.

Mangir mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Ki Ageng Mangir IV/Wonoboyo III. Kita sebut saja Ki Ageng IV untuk mempermudah. Ki Ageng IV ini yang menjadi menantu Panembahan Senopati Sultan Mataram Islam ke I. Cerita beredar terkait Ki Ageng Mangir IV banyak sekali tetapi beberapa keturunannya ada yang meyakini bahwa Ki Ageng Mangir ini tersebut tidak berkonflik dengan Panembahan Senopati tetapi bersama-sama membangun Mataram dalam bingkai Kerajaan Islam. Ki Ageng Mangir mempunyai anak satu-satunya yang lahir K.R. Pembayun dengan nama R.M. Maduseno yang menjadi cikal bakal telik sandi Mataram. Keturunan Mangir banyak tersebar di Jawa Tengah seperti Cilacap, Banyumas, Kebumen dan Purworejo. Keturunan dari Mangir sendiri banyak yang menjadi Penguasa didaerah Kebumen yang dahulu disebut dengan Panjer Gunung dan Panjer Roma. Salah satu keturunan Mangir yang terkenal dari Trah Kolopaking yang pada masa Orde Baru mengisi jabatan-jabatan penting salah satunya intelijen yang memang diwarisi dari darah Eyang kami tercinta yang biasa dahulu disebut Nyai Adisoro. 


Darah Mangir dikenal darah oposan. Keturunan Mangir dikenal keras dalam mengambil tindakan jika itu sudah menyangkut kepentingan rakyat/umum. Hobi mengkritik kebijakan yang menindas rakyat tanpa disadari sudah mengalir dalam dirinya. Trah Mangir umunya sudah biasa menghadapi masalah dalam tekanan politik yang menindas dirinya dan tidak hanya terkenal dengan oposannya rata-rata keturunan Mangir mempunyai kecerdasan yang melampaui jamannya dan memberikan solusi atas permasalahan. Beberapa keturunan Mangir seperti Raden Saleh, Pramudya Ananta Tour, S.M. Kartosuwiryo, Basuki Abdullah dan lain sebagainya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.



Bismillah doa kami yang baik-baik selalu menyertai para leluhur baik dari Eyang P. Senopati maupun dari Eyang Mangir IV/Wonoboyo III.





Minggu, 05 September 2021

Raden Paku Mengubah Pesantren Menjadi Kerajaan Islam Yang Disegani (Part 1)

 

Raden Paku lahir dari rahim seorang putri Raja Blambangan yang bernama Dewi Sekardadu. Prabu Menak Sembuyu yang masih keturunan Prabu Hayam Wuruk ini bertahta di Blambangan atau sekarang lebih dikenal Banyuwangi. R. Paku dibuang ke samudera lepas atas provokasi dari Patih Bajul Sengara. Patih Bajul Sengara sangat tidak senang kepada Raden Paku dikarenakan Patih Bajul iri terhadap Maulana Ishak yang memimpin sebuah Kadipaten di bawah kekuasaan Blambangan dan maju. Selain itu Patih Bajul Sengara sangat mencintai Sang putri Dewi Sekardadu tetapi cintanya bertolak sebelah tangan. 

Dikisahkan Pagebluk wabah penyakit sedang melanda Blambangan. Maulana Ishak menawarkan jika Ia bisa menyelesaikan masalah pagebluk wabah penyakit tersebut dan bisa menyembuhkan Putri satu-satunya Raja Blambangan tersebut meminta Raja Blambangan tersebut memeluk agama islam. Raja juga berjanji siapapun yang bisa menyembuhkan sang putri jika itu laki-laki maka akan dinikahkan dengan sang putri dan jika itu perempuan akan diangkat menjadi saudara. Dikisahkan bahwa Maulana Ishak dapat menyembuhkan penyakit sang putri dan berhasil mengusir wabah dari bumi blambangan. Maulana Ishak pada akhirnya dapat menikahi Dewi Sekardadu dan kehidupan mereka aman tenteram damai. Mereka mendapatkan buah hati yang diberi nama Raden Paku. Kehidupan mereka mulai terusik dengan fitnah-fitnah Patih Bajul Sengara. Maulana Ishak dituding sebagai biang rusuh adanya kembali wabah dengan memfitnah Raden Paku sebagai anak pembawa sial. Agar tidak terjadi pertumpahan darah Maulana Ishak mengalah dan izin kepada istrinya untuk ke Pasai. Dewi Sekardadu dalam kondisi kebingungan lalu bagaikan mendapat bisikan untuk menghanyutkan Raden Paku ke laut. Diketemukanlah Raden Paku oleh para pelaut yang bekerja pada Nyai Gede Pinatih. Setelah dilihat peti yang membawa Raden Paku bukan peti biasa alias hanya dimiliki oleh keluarga bangsawan lalu dibawalah peti itu ke Sunan Ampel. Sunan Ampel ingat akan sahabatnya yakni Maulana Ishak yang menitipkan pesan jika menemui anak dengan ciri seperti ini dia adalah anakku tolong berikan dia nama Raden Paku.

Silsilah Sunan Giri (Raden Paku) dari Majapahit

Prabu Hayam Wuruk

Turunannya

1. Bhre Wirabhumi

2. Menak Sembuyu

3. Dewi Sekardadu

4. Sunan Giri (Raden Paku)

Sunan Giri dikenal sebagai sosok yang sangat merakyat dan dikelilingi oleh rakyatnya serta selalu menjalin komunikasi dengan rakyatnya secara langsung. Pemimpin yang mempunyai visi misi besar dalam membangun peradaban islam. Bagaimana Sunan Giri membangun itu semua? kita tunggu part 2 ya. Sejarah bisa dijadikan pelajaran bagaimana para leluhur membangun sebuah peradaban serta kita yang hidup pada saat ini menyempurnakan lebih baik lagi.














Sabtu, 04 September 2021

Panembahan Senopati Khalifatullah Ing Mataram Islam

 Panembahan Senopati

Bukan hal yang rahasia lagi tentang kisah Ki Ageng Mangir Wonoboyo IV dan Panembahan Senopati. Banyaknya cerita yang saya anggap masih simpang siur dan perlu dikaji lagi keakuratannya.

Panembahan Senopati terlahir dari seorang ibu bernama Raden Ayu Sabinah atau biasa dikenal dengan Nyai Sabinah. Nyai Sabinah merupakan cicit dari Kanjeng Sunan Giri yang bertahta di Giri Kedaton pada jamannya. Dirunut dari silsilahnya Panembahan Senopati masih keturunan Prabu Brawijaya V Raja terakhir Majapahit. Berikut susunan silsilah Panembahan Senopati dari Prabu Brawijaya V:

Prabu Brawijaya V

Turunannya:

1. R. Bondan Kejawan

2. Ki Ageng Getas Pendawa

3. Ki Ageng Selo

4. Ki Ageng Henis

5. Ki Ageng Pamanahan 

6. Panembahan Senopati/R. Danang Sutawijaya

Panembahan Senopati mendirikan Mataram Islam setelah Pajang dikalahkan dalam perang disekitar Merapi. Dikisahkan dari cerita pada umumnya ketika itu Merapi sedang memperlihatkan kegagahannya dengan menyemburkan awan panas. Seketika saja pasukan pajang terjebak dalam lumpur panas dan kembali pulang ke Pajang. Tidak lama setelah itu dikabarkan Sultan Pajang Sakit dan tidak lama kemudian meninggal. R. Danang Sutawijaya yang diangkat anak oleh Sultan Hadiwijaya dengan penuh hormat kepada ayah angkatnya datang melayat ke Pajang. Ketika itu pula Perdukuhan Mataram melepaskan diri dari Pajang dan menjadi Negeri yang merdeka. Ketika Pajang dipimpin oleh Arya Pangiri bergelar Prabu Ngawantipura. Berkuasa kurang lebih 3 tahun Arya Pangiri lengser karena pemerintahannya disibukkan dengan misi balas dendam dengan Mataram. Pangeran Benowo yang seharusnya menjadi putra mahkota merasa berhak atas tahta Pajang. Didukung Ibu Suri Ratu Mas Cempaka (Cucu Sunan Kalijaga) mendukung penobatan P. Benowo dengan dukungan R. Danang Sutawijaya. Pada akhirnya Pangeran Benowo naik Tahta dan Arya Pangiri dikembalikan ke Demak menjadi Adipati.

Nampaknya wahyu keprabon Kerajaan Islam di Jawa berpihak pada Mataram. Pangerang Benowo naik tahta dengan gelar Prabuwijaya. Bertahta singkat hanya 2 tahun P. Benowo memilih menyerahkan Pajang kepada Kakak angkatnya R. Danang Sutawijaya. R. Danang Sutawijaya menolak bertahta dipajang lebih memilih tetap di Mataram menjadi pusat kerajaan.


 


Dikabarkan bahwa P. Benowo memilih jalan hidup sebagai pendakwah. Setelahnya Pajang diserahkan kepada R. Danang Sutawijaya dengan memilih R. Gagak Baning sebagai Adipatinya dan berdirilah kesultanan Mataram Islam di Kotagede. Setelahnya R. Danang Sutawijaya Jumeneng dengan Gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Khalifatullah Sayyidin Panatagama Ing Mataram Islam. Panembahan Senopati memimpin Mataram Islam kurang lebih 15 tahun sejak 1586. Raja kedua Mataram Prabu Hanyokrowati menikah dengan Dyah Banowati atau biasa disebut Ratu Mas Hadi merupakan anak dari Prabuwijaya raja Pajang Terakhir. Dalam tradisi jawa menurut penulis dengan segala keterbatasan pengetahuan berpendapat bahwa yang melanjutkan tahta kerajaan seprti terlihat pada umumnya selalu berlanjut ada hubungannya dengan kerajaan sebelumnya. Jadi terlihat bahwa dengan dinikahkannya Prabu Hanyokrowati dengan Dyah Banowati jelas bahwa semua Raja Mataram masih ada darah dari Sultan Hadiwijaya/Jaka Tingkir Raja Pajang pertama. Kecuali Panembahan Senopati dan Panembahan Hanyokrowati. Raja Kedua Mataram masih keturunan Sunan Kalijaga.




 

Konon Para Raja dan para wali sangat memahami konsep bibit unggul oleh sebab itu darah raja dianggap darah unggul dan harus tetap murni terpelihara. Maka dalam tradisi kerajaan adanya perkawinan antara sesama darah biru untuk menjaga kemurnian trah. Apa yang dilakukan oleh raja-raja mataram menggambarkan menjaga kemurnian trah mulai dari Panembahan Senopati yang mempunyai permaisuri Ratu Mas Waskita Jawi yang merupakan putri Ki Ageng Penjawi (Penguasa Pati). Ki Penjawi merupakan anak dari R. Ayu Panengah/Nyai Ageng Ngerang III putri Sunan Kalijaga. Jadi mulai dari Raja kedua Kasultanan Mataram Islam Panembahan Hanyokrowati adalah keturunan dari Kanjeng Sunan Kalijaga melalui jalur Ratu Mas Waskita Jawi dan Keturunan Sunan Giri melalui jalur R. Ayu Sabinah/Nyai Gede Pamanahan. Dari Keduanya masih mengalir darah Kanjeng Nabi Muhammad, S.A.W. melalui Sunan Giri dan Sunan Kalijaga. Dasar kenegaraan islam sudah dipupuk oleh beliau sejak Mataram Islam berdiri.

Jumat, 07 Desember 2018

Keluarga Saya




                Poto 1
                Poto 2
              Poto 3


          Poto 1 dan 2 waktu jalan-jalan berdua istri setelah dia udah gak kerja lagi. Lokasi di pantai kisaran anyer sekitar tahun 2015. Waktu itu usaha kami baru merintis jasa konsultan. Kami Komitmen akan usaha saja bisa bebas waktu dan lebih banyak waktu dengan keluarga.

           Poto 3 waktu ngajak ibu jalan-jalan ke Subang tepatnya ke Ciater. Berkisar tahun 2014 bulan april kalo gak salah.

Rabu, 17 Oktober 2018

Utang



Oleh: Rudy Prabowo

Utang 

Biasa disebut juga sebagai  kewajiban maksudnya adalah sumber pendanaan dari luar yang masuk ke kas perusahaan yang harus diganti oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Ada utang jangka pendek ada utang jangka panjang. Utang jangka pendek adalah utang yang jatuh temponya kurang dari setahun misalnya Utang usaha yang temponya sebulan. Utang jangka panjang adalah utang yang jatuh temponya lebih dari setahun misal utang obligasi dan utang hipotek ada juga Utang leasing kendaraan aset tetap berupa bangunan atau tanah yang digadaikan ke lembaga keuangan. Dalam akuntansi kebutuhan akun-akun dapat fleksibel tergantung kebutuhan dan besarnya organisasi dalam pengelolaan pembukuan.

Contoh Utang jangka pendek:

Dokter Linda didalam kliniknya kurang persediaan obat-obatan sedangkan persediaan kas untuk pembelian obat-obatan tidak ada karena masih adanya piutang diluar yang belum dibayar oleh beberapa rekanan asuransi yang memang belum jatuh tempo. Setelah bingung mencari pendanaan kesana kemari dokter linda inget halime temannya dulu semasa di organisasi kemahasiswaan. Dokter linda ingat halime juragan kontrakan pasti punya stok dana banyak. Akhirnya Halime dengan menggunakan surat perjanjian ya hanya formalitas aja yang penting ada hitam diatas putih. Karena Halime tajirnya gak ketulungan berapapun siap digelontorkan untuk klinik dokter linda karena Halime sama dokter linda udah sohib banget...kayak pinang dibelah dua. Tanpa basa basi halime langsung transfer dana untuk membantu likuiditas usaha klinik dokter Linda agar tetap beroperasi senilai Rp200.000.000,-. Yang dijanjikan dokter linda akan balik dalam waktu 5 bulan sebulan dokter Linda janji akan balikin Rp40.000.000,-. Sebenarnya Halime gak mau ngasih bunga atas pinjaman itu. Tapi Dokter Linda memaksa akan memberikan bagi hasil ke Halime... Kata Halime yaudeh gimana kalau tiap bulan dari nilai cicilan ditambah Rp1.500.000,- dokter Linda pun menyetujui usulan Halime. Kan prinsip syariah kedua belah pihak sepakat tanpa ada paksaan. Halime juga bilang ke Dokter Linda kalo kira-kira usahanya nanti gak ada untung dari uang pinjaman tersebut maka jangan diberikan bagi hasil. Sebenarnya bagi hasil yang akan diberikan oleh Dokter Linda itu  sama Halime buat santunan yatim anak binaan Halime.
Hari berjalan bulan berjalan ternyata usaha dokter Linda berkembang maju artinya selama 5 bulan itu bagi hasil yang dijanjikan terbayar semua.

Pertanyaannya:
1.       Buatlah Jurnal pada Saat Dokter Linda Utang dengan Halime.
2.       Buatlah Jurnal Pada saat dokter Linda membayar bagi hasil  ke halime

1.       Kas                             200.000.000
           Utang Usaha                         200.000.000
    
2.         Jurnal pada saat membayar cicilan pembayaran utang 

   Cicilan bulan ke 1
   Utang Usaha                    40.000.000
   Biaya bagi hasil                 1.500.000
                                   Kas                      41.500.000
   Cicilan bulan ke 2
   Utang Usaha                     40.000.000
   Biaya bagi hasil                  1.500.000
                                  Kas                       41.500.000

    Cicilan bulan ke 3
    Utang Usaha                      40.000.000
    Biaya bagi hasil                   1.500.000
                                  Kas                       41.500.000

     Cicilan bulan ke 4
     Utang Usaha                      40.000.000
     Biaya bagi hasil                    1.500.000
                               Kas                        41.500.000

       Cicilan bulan ke 5
       Utang Usaha                     40.000.000
       Biaya bagi hasil                   1.500.000
                               Kas                           41.500.000

Contoh Utang Jangka Panjang:

Risko Komar awalnya hanya pengepul oli biasa dari bengkel ke bengkel dia ambil sampai lama kelamaan usahanya menjadi besar. Usahanya semakin hari semakin maju sehingga Risko Komar butuh beberapa armada truk engkel untuk mengangkut beberapa drigen oli yang dia ambil dari bengkel. Bingung nyari pendanaan kemana lagi Risko Komar coba kontek Kong ali jawara cibarusah tingkat RT di cikarang. Sia-sia dari rumah kong Ali gak ada hasil ternyata kong Ali juga usaha abis bangkrut gara-gara jadi vendor pabrik eh pabriknya bangkrut juga akhirnya kong Ali buka usaha percetakan kecil-kecilan diabawah binaan Rudy teman SD nya yang sekarang banyak membina beberapa usaha kecil dibeberapa daerah. Saking pusingnya Risko Komar mencari pendanaan. Nah Kong Ali menyarankan agar menghubungi Rudy biar dapat solusi pendanaan kata kong Ali. Kong Ali bilang ke Risko Komar bahwa Rudy punya banyak kenalan orang bank. Akhirnya Risko Komar menghubungi  Rudy tapi ternyata semua Bank kenalan Rudy semua Bank konvensional. Kata Risko Komar gak apa-apalah mau riba kek apa kek yang penting dalam hati Risko Komar kedua belah pihak setuju atas perjanjian pinjaman itu. Akhirnya Risko komar menggadaikan Sertifikat Rumah seharga Rp500.000.000,- maksud Risko Komar biar beli mobilnya Cash semua. Eh ternyata Risko Komar pernah ada catatan buruk di Bank terkait pembayaran cicilan kendaraan. Bank akhirnya tidak menyetujui pinjaman Risko Komar. Lalu Rudy dengan sigapnya (Macem kayak orang bener) mendatangi Bank dengan memberikan jaminan atas nama Risko Komar bahwa Risko Komar tidak akan telat membayar cicilan. Alhamdulillah Akhirnya dananya cair juga dan Risko Komar senang tidak lupa cium tangan sama Rudy...hehe..Langsung dana itu dijadikan modal kerja dan untuk membeli beberapa unit kendaraan. Bunga yang dikenakan atas pinjaman adalah 10% pertahun jadi sekitar Rp 500jt X 5% = 25jt setahun. Risko Komar Rencana hanya akan meminjam selama 4 tahun saja.

Pertanyaannya:
1.       Buat Jurnal pada saat Risko Komar meminjam uang Bank
2.       Buat Jurnal pengembalian uang pinjaman tahunan dan bunganya

Jawaban:
1.       Kas                             500.000.000
            Utang Usaha                        500.000.000

2.       Jurnal pengembalian uang pinjaman risko komar per tahun

Pembayaran Tahun Ke 1

Utang Usaha                   125.000.000
Bunga Pinjaman               25.000.000
             Kas                                          150.000.000


Pembayaran Tahun Ke 2

Utang Usaha                    125.000.000
Bunga Pinjaman                25.000.000
             Kas                                           150.000.000

Pembayaran Tahun Ke 3

Utang Usaha                      125.000.000
Bunga Pinjaman                   25.000.000
             Kas                                            150.000.000

Pembayaran Tahun Ke 4

Utang Usaha                     125.000.000
Bunga Pinjaman                  25.000.000
             Kas                                           150.000.000


Demikian semoga bermanfaat.





Sabtu, 29 September 2018

Aktiva Tetap





Oleh: Rudy Prabowo


Aset Tetap

Aset Tetap dibagi menjadi 2 yaitu Aset tetap Berwujud dan aset tetap tidak berwujud.
Aset Tetap berwujud merupakan aset yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan atau badan usaha untuk menunjang kegiatannya. Misalnya adalah Mesin produksi, Kendaraan, Tanah, bangunan serta peralatan lainnya. Semua aset tetap terkena depresiasi kecuali tanah dihitung sesuai fair value (nilai wajar) tidak ada penyusutan jika direvalusi bahkan nilainya akan meningkat.

Aset Tetap tidak berwujud adalah aset yang mempunyai nilai tetapi tidak terlihat wujud fisiknya misalnya hak paten, perizinan, merk dagang, goodwill dan lain sebagainya. Sama seperti aset berwujud ada penyusutannya juga untuk aset tidak berwujud tapi berbeda nama jika di aset tidak berwujud bernama amortisasi aset tidak berwujud. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 19 aset tak berwujud adalah aset nonmoneter yang tidak ada wujud fisik tapi mampu menambah nilai ekonomi suata badan usaha dalam kegiatan operasinya.

Contoh Aset Tetap:
Euis sebelumnya adalah seorang pegawai  salah satu perusahaan swasta di tangsel. Karena sering main ke pemancingan tanpa diduga ide usaha muncul dalam benak euis. Banyak peluang yang dilihat oleh euis salah satunya adalah nitip gorengan di pemancingan. Tapi setelah dipikir-pikir lagi capek juga harus belanja ke pasar beli bahan-bahan dan masak juga. Euis merupakan tipe orang yang tidak mau ribet yang penting usaha cepat ada hasil. Euis coba berpikir lagi, setelah dipelajari dan ditelaah ternyata banyak pemancingan di daerah Tangerang Selatan dan sekitarnya. Euis mencoba peluang usaha jual pancingan dan perlengkapan yang terkait. Dengan keahlian komunikasinya euis dapat menghipnotis para kaum adam agar mau beli peralatan pancing darinya. Karena pemesanan sudah mulai banyak dari berbagai kalangan euis mulai mendirikan CV. Euis Pancing Yuk. Usaha semakin maju maka euis membutuhkan mobil operasional untuk memasarkan alat-alat pancingnya ke kalangan eksekutif. Euis dengan menggunakan nama CV membeli sebuah mobil sedan seharga Rp 120 juta pada 1 Januari 2018. Euis juga membeli  6 unit komputer pada 1 januari 2018 untuk kantornya padahal pegawainya ada  4. Satu unit komputer seharga Rp 6 juta per unit. Saya tetap masih berpikir positif aja ke Euis mungkin buat cadangan atau Euis sekalian mau buka kursus komputer kali hehehe.... Tapi komputer yang dua itu akhirnya euis bayar pakai duit sendiri karena Euis sadar jangan sampai kecampur bisnis yang satu dan bisnis lainnya yang akan dibuka Euis. Nah... Pertanyaannya adalah bagaimana penyusutan mobil dan komputer  yang dibeli oleh perusahaan Euis?

Jawaban:

Disini kita menggunakan contoh perhitungan fiskal pajak
Penyusutan Mobil:
Harga Mobil Rp 120 juta. Dihitung secara fiskal dengan menggunakan metode garis lurus adalah selama 8 tahun masuk kelompok aktiva berwujud golongan 2.  Artinya 8 tahun ada 96 bulan. Maka 120 juta dibagi 96 bulan adalah 1 juta 250rb per bulan.
Penyusutan mobil per bulan : 120juta : 96 bulan = 1 juta 250rb perbulan. Berarti penyusutan untuk tahun 2018 Rp 30 juta. Penyusutan fiskal setahun 30 juta sampai Desember  tahun 2021. Jadi sampai dengan desember 2021 penyusutan total 120 juta habis tanpa nilai sisa.

Penyusutan Komputer:
Harga Komputer: Rp 6 juta / Unit. Ada 4 unit total = 6 juta X 4 unit = Rp 24 juta.
Komputer masuk dalam aset berwujud kelompok 1 artinya disusutkan selama 4 tahun pajak
Harga komputer Rp 24 juta / 48 bulan = Rp 500.000 per bulan. Jadi pertahun penyusutannya adalah Rp 6 juta. Tahun 2018 penyusutannya Rp 6 juta. Penyusutan sampai tahun 2021 bulan desember. Jadi total penyusutan sampai desember 2021 adalah Rp 24 juta.

Contoh Aset Tak Berwujud:

Bu Gita adalah guru bahasa Indonesia yang sudah malang melintang didunia pendidikan bahasa. Dalam suatu kesempatan bu guru Gita ditugaskan ke Bali dari tempat kerjanya untuk mengajar anak-anak sekolah di Bali. Mengajar dari pagi hingga siang membuat bu Guru Gita kelelahan. Tapi dengan semangat juangnya untuk meneruskan pendidikan Doktor Ilmu Bahasa dia mencoba mengajar dengan membuka kursus dengan bendera CV. Gita Bahasa Kita yang bergerak dibidang pelatihan  Bahasa Indonesia bagi turis-turis asing. Bu Gita lalu membuat perijinan usaha les privat bahasa indonesianya. Dengan kerja keras dan mental yang kuat akhirnya Bu Gita berhasil membuat perijinan usaha CV nya dengan biaya Rp 1,8 juta pada januari 2018.  Ijin Operasinalnya secara fiskal pajak hanya berlaku 4 tahun pajak. Bagaimana perhitungan amortisasinya?

Perijinan Bu Gita masuk Amortisasi Kelompok 1 yakni 4 tahun dengan amortisasi garis lurus
Amortisasi Perijinan: Rp 1,8 juta : 48 bulan = Rp 37.500. Jadi biaya amortisasi per bulan adalah Rp 37.500. Jadi biaya amortisasi pada 2018 adalah Rp 450rb. Perijinan diamortisasi sampai Desember 2021 tanpa nilai sisa. Jadi Amortisasi pertahun adalah Rp 450rb sampai 4 tahun artinya sampai Desember 2021.

Akuntansi adalah seni mencatat maka bagaimanapun caranya tujuannya tetap sama, seperti bermain gitar banyak cara untuk menciptakan alunan melodi yang terpenting tidak fals dan seirama dengan lagu. Selamat Menikmati semoga bermanfaat.

Referensi:
PSAK 19 Aset Tak Berwujud